SUPREMASI.id ~ Wajah haru dan bahagia menyelimuti ratusan alumni dan keluarga yang hadir di Aula SMK Muhammadiyah 9 Medan yang berada di Jalan Flamboyan Raya Gg. KH Ahmad Dahlan No.22, Tanjung Selamat.
Di tengah keterbatasan ekonomi yang membuat banyak ijazah tertahan selama bertahun-tahun, secercah harapan akhirnya datang melalui program “Tebus Ijazah” yang digagas Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd.
Melalui dana pribadi, Prof. Akrim menyalurkan bantuan lebih dari Rp77 juta untuk membantu 100 alumni SMK Muhammadiyah 9 Medan lulusan tahun 2022, 2023, 2024, hingga 2025 agar dapat memperoleh ijazah mereka.
Program tersebut bukan sekadar bantuan administratif, melainkan bentuk nyata kepedulian sosial terhadap masa depan generasi muda yang sempat tertunda karena persoalan ekonomi.
Bagi Prof. Akrim, SMK Muhammadiyah 9 Medan bukan tempat yang asing. Di sekolah inilah ia pernah mengabdikan diri sebagai pendidik pada tahun 1997 hingga 1999. Karena itu, momen tersebut terasa seperti pulang ke rumah sendiri.
“Saya sangat senang bisa kembali dan reuni bersama keluarga besar SMK Muhammadiyah 9 Medan,” ungkap Prof. Akrim penuh kehangatan.
Ia menjelaskan, program tebus ijazah mulai digagas sejak November 2025 dan akan dilaksanakan secara bertahap untuk sekitar 600 alumni dari empat sekolah Muhammadiyah di Kota Medan.
Selain SMK Muhammadiyah 9 Medan, program serupa juga akan menyasar alumni SMA Muhammadiyah 1 Medan, SMP Muhammadiyah 8 Medan, serta Madrasah Aliyah Muhammadiyah Medan.
Prof. Akrim menegaskan bahwa seluruh bantuan berasal dari dana pribadi, bukan dari lembaga ataupun organisasi.
“Kami tergerak melakukan gerakan sosial ini untuk meringankan beban masyarakat. Muhammadiyah harus hadir dalam situasi apa pun di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, program ini juga menjadi implementasi nilai-nilai perjuangan KH Ahmad Dahlan yang menempatkan Muhammadiyah bukan hanya sebagai gerakan dakwah, tetapi juga gerakan sosial yang memberikan solusi nyata bagi umat.
“Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam amar makruf nahi mungkar harus mengambil peran dalam gerakan sosial. Tantangan masyarakat hari ini semakin sulit,” katanya.
Ia berharap bantuan tersebut menjadi jalan pembuka bagi para alumni untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja dengan lebih baik.
“Alumni SMK adalah alumni yang siap kerja. Kami doakan semuanya memiliki masa depan yang lebih cerah,” harap Prof. Akrim.
Kepala SMK Muhammadiyah 9 Medan, Fadhli Hazmi Arifin, S.T, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian Prof. Akrim terhadap para alumni yang mengalami kesulitan ekonomi.
Menurutnya, hingga kini terdapat sekitar 300 alumni yang masih terkendala menyelesaikan kewajiban administrasi sekolah sehingga ijazah mereka belum dapat diambil.
“Terima kasih atas kepedulian Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd terhadap alumni SMK Muhammadiyah 9 Medan. Program ini sangat luar biasa dan sangat membantu masyarakat,” ujar Fadhli yang juga merupakan alumni sekolah tersebut.
Dukungan juga datang dari jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Medan. Sekretaris PDM Medan Ibrahim Nainggolan serta Ketua Dikdasmen PDM Medan Drs. Ali Nurdin, M.A mengapresiasi terlaksananya program sosial tersebut.
Bagi banyak alumni, ijazah bukan hanya selembar dokumen pendidikan, tetapi kunci untuk membuka pintu masa depan. Dan di tengah berbagai keterbatasan, langkah yang dilakukan Prof. Akrim menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih hidup dan nyata hadir di tengah masyarakat.(*)
