SUPREMASI.id ~ Sore itu, lalu lintas di Jalan AH Nasution, Kota Medan, tampak seperti biasanya ramai oleh kendaraan yang berlalu lalang menjelang waktu berbuka puasa. Namun, Jumat (13/3/2026) menghadirkan pemandangan berbeda di depan Gedung Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Forum Wartawan Kejaksaan Sumatera Utara (Forwaka Sumut) tampak berdiri di tepi jalan sambil membawa kantong-kantong takjil untuk dibagikan kepada para pengendara.
Dengan senyum ramah, satu per satu paket takjil diberikan kepada pengendara sepeda motor, sopir angkutan umum, hingga masyarakat yang melintas. Aksi sederhana itu menjadi gambaran nyata kepedulian insan pers, yang tidak hanya menjalankan tugas jurnalistik, tetapi juga hadir berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Forwaka Sumut, Irfandi, didampingi Wakil Ketua Amsal, Wakil Ketua Rizaldi Gultom, Sekretaris T. Andry, Bendahara Awaluddin, serta para pengurus dan anggota lainnya. Kebersamaan mereka terlihat begitu hangat, mencerminkan solidaritas yang selama ini terbangun di antara para jurnalis yang sehari-hari meliput di lingkungan hukum.
Irfandi menjelaskan bahwa kegiatan berbagi takjil merupakan agenda rutin Forwaka Sumut setiap Ramadan. Baginya, kegiatan ini bukan sekadar membagikan makanan berbuka, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara jurnalis dan masyarakat.
“Ada ratusan paket takjil yang kami bagikan hari ini. Ini adalah bentuk kepedulian kami kepada masyarakat, khususnya mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan sosial tersebut mendapat dukungan dari Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Harli Siregar, sebagai bentuk sinergi antara insan pers dan institusi penegak hukum dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Menariknya, semangat berbagi ini tidak hanya berlangsung di Medan. Secara serentak, kegiatan serupa juga dilakukan oleh jaringan Forwaka di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Hal ini menjadi simbol kuatnya rasa solidaritas antarjurnalis dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Irfandi, Forwaka Sumut juga secara konsisten melaksanakan berbagai kegiatan sosial lainnya, seperti memberikan santunan kepada anak yatim dan membantu masyarakat kurang mampu. Ia menegaskan bahwa profesi jurnalis tidak hanya tentang menyampaikan informasi, tetapi juga tentang memiliki kepekaan sosial.
“Sebagai jurnalis yang bertugas di bidang hukum, kami juga memiliki empati terhadap masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan. Ini bagian dari tanggung jawab moral kami sebagai bagian dari masyarakat,” katanya.
Setelah pembagian takjil selesai, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama antaranggota Forwaka Sumut. Dalam suasana sederhana namun penuh keakraban, para jurnalis saling berbagi cerita, mempererat silaturahmi, dan memperkuat kekompakan yang selama ini terjalin.
Ramadan, bagi Forwaka Sumut, bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat bagi sesama. Dari tepi jalan yang ramai itu, mereka menunjukkan bahwa kepedulian bisa dimulai dari langkah kecil—dari sebungkus takjil, dari senyum tulus, dan dari kebersamaan yang terus dijaga.(*)
