SUPREMASI.id ~ Ramadhan selalu menghadirkan ruang bagi siapa saja untuk berbagi, tidak hanya dalam bentuk materi, tetapi juga perhatian dan kepedulian. Semangat inilah yang tercermin dalam kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan Keluarga Dakwah Hukum (KDH) Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) melalui tema “Ramadhan untuk Kasih Sayang”.
Menjelang waktu berbuka, suasana kegiatan diisi dengan tausiyah singkat (kultum) Ramadhan yang disampaikan Ustaz Sani Abu Salsa. Dalam penyampaiannya, ia mengajak para peserta untuk lebih bijak dalam menjaga lisan, karena setiap kata yang terucap tidak hanya mencerminkan kepribadian seseorang, tetapi juga dapat memberi dampak bagi orang lain.
“Perkataan yang baik adalah cerminan hati yang baik. Apa yang kita ucapkan bisa menjadi kebaikan, tetapi juga bisa menjadi luka jika tidak dijaga,” demikian pesan yang disampaikan dalam kultum tersebut, yang disimak dengan khidmat oleh para peserta.
Momen kebersamaan semakin terasa ketika adzan Maghrib berkumandang. Mahasiswa, pengurus lembaga, serta anak-anak dari Sentra Bahagia Medan duduk bersama dalam satu kebersamaan tanpa sekat. Tawa kecil dan obrolan ringan di antara mereka menambah hangat suasana berbuka puasa.
Ketua KDH FH UMSU, Muhammad Iqbal, menyampaikan bahwa kegiatan Ruang KDH Ramadhan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi wadah untuk menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak Sentra Bahagia Medan.
Menurutnya, kegiatan seperti ini juga menjadi pengingat bahwa mahasiswa tidak hanya memiliki tanggung jawab akademik, tetapi juga tanggung jawab sosial terhadap masyarakat sekitar.
Melalui kegiatan berbagi di bulan suci ini, mahasiswa Fakultas Hukum UMSU ingin menunjukkan bahwa dunia kampus bukan hanya tentang ruang kuliah dan teori semata. Lebih dari itu, kampus juga menjadi tempat lahirnya empati, kepedulian, serta aksi nyata yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ramadhan pun menjadi momentum yang tepat untuk merawat nilai-nilai kemanusiaan tersebut—bahwa kasih sayang dapat tumbuh dari kebersamaan, dan kebahagiaan dapat hadir dari kepedulian sederhana. (*)
