
SUPREMASI.id ~ Sebanyak 81,6% pekerja yang ada di PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) merupakan warga Sumatera Utara (Sumut). Salah satu perusahaan yang merupakan anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID ini, merupakan salah satu produsen aluminium paling besar di Negara Republik Indonesia. Tak hanya berkontribusi buat negara, Inalum juga berkontribusi bagi daerah setempat, khususnya bagi warga Sumatera Utara, tempat di mana pabrik aluminium Inalum berada.
Hal tersebut dismpaikan Direktur Utama PT INALUM, Melati Sarnita dalam acara LPS Financial Festival 2025 di Medan, Sumatera Utara. Dijelaskannya, produksi aluminium Inalum telah mencapai 274 ribu ton pada Tahun 2024. Dimana desain awal kapasitas pabrik aluminium Inalum sebesar 250 ribu ton, namun kini dapat ditingkatkan hingga 275 ribu ton.
Tambahnya, saat ini Inalum merupakan produsen aluminium alami dan berkelanjutan atau green product dan sustainable producer. Dengan dukungan pemerintah, pihaknya berharap memungkinkan mendapatkan sumber energi terbarukan di Kuala Tanjung, sehingga memungkinkan mempertahankan produksi aluminium hijau. Hal ini, lanjutnya, tidak banyak di negara lain.
“Ada continuous improvement, mulai dari tempat di Sumut barang tersebut banyak potential PLTA, dan geothermal project yang mana berdaya kembangkan. Saat barang ini anda dan saya punya alumina refinery di Mempawah, Kalimantan Barat, kami mengambilkan bauksit dari tempat Antam, hal ini adalah bahan baku daripada aluminium, kejadian ini yang tersebut kami membawa arah ke Medan. Jadi kami harap berdaya tingkatkan produksi dan hilirisasi,” paparnya.
“Efeknya apa? 81,6% pekerja Inalum tersebut dari tempat Sumut. Jadi, kesempatannya tinggi. Kita punya 3 kelas unggulan, anda dan saya cita-cita melihat anak-anak di sekitar kami mampu, 48 orang masuk PTN (Perguruan Tinggi Negeri), terus kami membawa menuju kejuaraan di Singapura, Malaysia, dan lain-lain. Jadi, para mereka menang digitalisasi, boards game asal-usul kebudayaan Sumut. Jadi, dengan kamu metode sustainable growth yang mana baik, kami semua menyumbangkan manfaat luas di Sumut,” ungkapnya.
Perlu diketahui, Inalum telah berdiri sejak Januari 1976 dan pada waktu Januari 2026 mendatang akan memasuki usia ke-50 tahun. Mulanya, hal ini merupakan Penanaman Modal Asing (PMA) asal Jepang, namun sejak 2013 usai 100% milik Indonesia, dan kini berada di atas naungan Holding BUMN Pertambangan MIND ID.(*)