SUPREMASI.id ~ Mahasiswa Fakultas Hukum Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) memperkenalkan program akademik internasional bertajuk ASEAN Classroom kepada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FH UMSU). Kegiatan ini menjadi ajang penguatan jejaring akademik sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara di kawasan Asia Tenggara.
Dalam kegiatan tersebut hadir mahasiswa Fakultas Hukum USIM, yakni Ahmad Adham bin Ismail, Ahmad Nabil bin Ahmad Hasnol, dan Raja Ilyas bin Raja Izaham. Turut mendampingi mereka Assoc. Prof. Dr. Mohd Hazmi Mohd Rusli. Kehadiran delegasi USIM ini disambut antusias oleh mahasiswa FH UMSU yang tertarik untuk mengetahui lebih jauh peluang studi dan pengalaman akademik internasional di Malaysia.
Dalam pemaparannya, para mahasiswa USIM menjelaskan bahwa ASEAN Classroom merupakan program akademik internasional yang diselenggarakan oleh Universiti Sains Islam Malaysia. Program ini dirancang untuk mempertemukan mahasiswa dan dosen dari berbagai negara di kawasan ASEAN dalam kegiatan pembelajaran bersama, diskusi akademik, hingga kolaborasi penelitian.
Menurut mereka, ASEAN Classroom tidak hanya berfokus pada kegiatan perkuliahan, tetapi juga memberikan pengalaman akademik yang komprehensif. Peserta program berkesempatan mempelajari mata kuliah hukum yang diselenggarakan di USIM, sehingga dapat memahami perbandingan sistem hukum antarnegara di kawasan ASEAN, khususnya antara Indonesia dan Malaysia.
Selain itu, mahasiswa yang mengikuti program ini juga memiliki kesempatan untuk melakukan penelitian di perpustakaan kampus USIM yang dilengkapi dengan berbagai literatur hukum internasional dan regional. Tidak hanya terbatas pada penelitian di lingkungan kampus, peserta juga dapat melakukan riset di lembaga atau institusi tertentu sesuai dengan minat dan fokus kajian, terutama bagi mahasiswa yang tertarik melakukan studi komparasi hukum.
“Program ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang ingin memperluas wawasan internasional, memperdalam pemahaman hukum lintas negara, serta membangun jejaring akademik di tingkat ASEAN,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa USIM dalam sesi diskusi.
Di samping aspek akademik, ASEAN Classroom juga menawarkan pengalaman kultural. Mahasiswa yang bergabung berkesempatan mengenal lebih dekat kehidupan sosial dan budaya di Malaysia, termasuk mengunjungi berbagai destinasi edukatif dan bersejarah. Hal ini dinilai dapat memperkaya perspektif mahasiswa tidak hanya dari sisi akademis, tetapi juga dari sisi sosial dan budaya.
Program ini terbuka bagi mahasiswa Fakultas Hukum UMSU yang berminat untuk bergabung. Kesempatan tersebut menjadi peluang strategis bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi global, memperluas relasi internasional, serta memperkuat kapasitas akademik dalam menghadapi tantangan dunia hukum yang semakin dinamis dan terintegrasi di kawasan ASEAN.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang lebih erat antara Fakultas Hukum USIM dan FH UMSU, sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi akademik berkelanjutan di masa mendatang.(*)
