SUPREMASI.id ~ Suasana Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Selasa (3/3), tampak berbeda. Senyum warga, perangkat lingkungan, hingga relawan menyatu dalam balutan hangat Ramadan 1447 Hijriah. Di tempat itulah, Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani, MAP menyerahkan secara simbolis bingkisan Ramadan kepada masyarakat sekitar kampus, menandai distribusi total 1.529 paket sembako yang disalurkan tahun ini.
Pembagian bingkisan menjadi tradisi tahunan UMSU sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus ikhtiar mempererat silaturahmi dengan masyarakat. Tahun ini, sebanyak 342 paket lebih dulu diserahkan kepada warga di sekitar kampus utama Jalan Kapten Mukhtar Basri, Medan.
Tak hanya di kampus utama, bingkisan juga menjangkau berbagai titik dan unsur. Sebanyak 125 paket disalurkan kepada masyarakat sekitar kampus pascasarjana, 125 paket untuk lingkungan Fakultas Kedokteran, 180 paket di Kampus Terpadu Desa Sampali, serta 30 paket untuk perangkat daerah seperti camat dan lurah. UMSU juga berbagi kepada RSU Muhammadiyah sebanyak 341 paket, tenaga outsourcing 261 paket, relawan se-UMSU 105 paket, serta 20 paket untuk petugas kebersihan.
Di hadapan warga, Prof. Agussani menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan masyarakat selama perjalanan UMSU berdiri dan berkembang di Mukhtar Basri.
“Kami berterima kasih atas perjalanan UMSU di Mukhtar Basri ini. Kampus ini tidak terlepas dari dukungan bapak dan ibu sekalian. Alhamdulillah, saat ini UMSU masih terus maju atas doa dan dukungan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Bagi UMSU, Ramadan bukan sekadar momentum berbagi, tetapi juga waktu untuk memperkuat komunikasi. Rektor membuka ruang dialog bagi warga untuk menyampaikan aspirasi maupun masukan kepada pihak kampus.
“Jika ada masukan dan saran, silakan sampaikan ke pimpinan fakultas. Pembinaan karakter dan bidang akademik menjadi konsen kita, sehingga lulusan kita siap bersaing dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” tambahnya.
Menatap masa depan, UMSU juga tengah bersiap menyambut perhelatan besar Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah tahun 2027. Kampus utama di Mukhtar Basri direncanakan menjadi salah satu lokasi yang akan dikunjungi para penggembira muktamar. Karena itu, koordinasi terkait keamanan, kenyamanan, hingga infrastruktur menjadi perhatian bersama.
“Kami berharap infrastruktur akses jalan dan drainase menuju kampus juga menjadi perhatian. Terlebih di tahun depan kawasan pendidikan ini akan menjadi salah satu lokasi Muktamar yang dikunjungi para penggembira,” ungkapnya.
Di sisi lain, pembangunan Kampus IV UMSU di Sampali turut menjadi pembahasan. Rektor menegaskan bahwa keberadaan kampus terpadu tersebut tidak mengurangi peran kampus utama di Mukhtar Basri.
“Bapak ibu tidak perlu khawatir. Kampus utama ini akan tetap berjalan. Doakan UMSU tahun ini dan tahun depan bisa menerima 6.000 mahasiswa baru,” tuturnya optimistis.
Apresiasi datang dari Lurah Glugur Darat II, Ahmad Fadhil Siregar. Ia menilai dukungan UMSU selama ini berkontribusi besar terhadap berbagai capaian wilayahnya.
“Kelurahan Glugur Darat II ikut perlombaan-perlombaan dan menjadi juara. Ini semua disupport UMSU. Kalau tidak disupport, maka kita tidak akan juara,” katanya.
Ia juga menyinggung persoalan drainase yang menjadi perhatian bersama dan berharap realisasinya dapat segera terwujud. Fadhil pun mengimbau warga agar tidak risau dengan pembangunan kampus terpadu di Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang.
“Bapak ibu tidak usah risau lagi. Sudah jelas disampaikan Pak Rektor, UMSU Mukhtar Basri akan tetap ada,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan masyarakat, Yardin, mengakui kehadiran UMSU membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi warga sekitar.
“Kontribusi ini cukup besar untuk masyarakat, salah satunya dampak ekonomi di sekitar UMSU. Kehadiran kampus ini dapat melahirkan anak-anak yang unggul dan cerdas,” ungkapnya.
Penyerahan bingkisan dilakukan langsung oleh Rektor UMSU didampingi Wakil Rektor I Prof. Dr. Muhammad Arifin, M.Hum dan Wakil Rektor II Prof. Dr. Akrim, M.Pd. Turut hadir Sekretaris Camat Medan Timur Gorby Sebastian Bakara, S.STP., M.A.P., Lurah Glugur Darat II Ahmad Fadhil Siregar, Babinsa Koptu Joko Handoyo, serta Bhabinkamtibmas Brigpol Leonardo Manalu, S.H.
Di tengah tantangan zaman dan geliat pembangunan kampus yang terus berkembang, Ramadan kembali menjadi jembatan yang menguatkan hubungan kampus dan masyarakat. Melalui 1.529 bingkisan sederhana, UMSU menegaskan bahwa kemajuan pendidikan berjalan seiring dengan kepedulian sosial—membangun bukan hanya gedung dan prestasi, tetapi juga kebersamaan.(*)
