SUPREMASI.id ~ Aula Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) di Jalan Muchtar Basri Medan, Rabu (8/4), terasa berbeda dari biasanya. Ratusan mahasiswa, dosen, serta jajaran pimpinan kampus tampak antusias mengikuti kuliah umum yang menghadirkan sosok kepala daerah sekaligus alumni kampus tersebut, Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya.
Kehadiran Darma Wijaya bukan sekadar sebagai pejabat daerah yang berbagi pengalaman, tetapi juga sebagai mahasiswa yang masih aktif menempuh pendidikan di FAI UMSU. Status ganda inilah yang menjadi inspirasi tersendiri bagi sivitas akademika, bahwa proses belajar tidak mengenal batas usia maupun jabatan.
Dalam kuliah umum bertajuk “Strategi Pengembangan UMKM Berbasis Potensi Lokal dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi”, Darma Wijaya mengajak mahasiswa untuk melihat kewirausahaan sebagai jalan strategis dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani, MAP, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Sergai yang dinilainya sebagai teladan nyata bagi mahasiswa.
“Hari ini beliau hadir sebagai narasumber, tetapi juga sebagai mahasiswa FAI UMSU. Ini menunjukkan bahwa seorang pemimpin tidak pernah berhenti belajar,” ujarnya.
Menurut Rektor, kepercayaan seorang kepala daerah untuk terus menimba ilmu di lingkungan Muhammadiyah menjadi kebanggaan tersendiri bagi kampus, khususnya Fakultas Agama Islam.
“FAI UMSU patut bangga. Di tengah jejak rekam kepemimpinan yang luar biasa, beliau masih menyempatkan diri untuk berkuliah. Ini menjadi contoh penting bagi generasi muda,” tambahnya.
Lebih jauh, Rektor berharap semangat entrepreneurship yang dibagikan dalam kuliah umum tersebut dapat menjadi pemantik lahirnya wirausahawan muda dari kalangan mahasiswa, sekaligus memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat.
Hal senada juga disampaikan Dekan FAI UMSU Assoc. Prof. Dr. Zailani, M.A. Ia menyebut kuliah umum ini sebagai momentum yang telah lama dinantikan oleh sivitas akademika karena memberikan perspektif nyata tentang dunia usaha dari seorang praktisi sekaligus pemimpin daerah.
“Kegiatan ini yang kita tunggu-tunggu. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman ekonomi secara konseptual, tetapi juga pengalaman praktis langsung dari seorang kepala daerah yang memiliki pengalaman kepemimpinan dan kewirausahaan,” ungkapnya.
Dalam pemaparannya, Darma Wijaya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang kuat. Ia menilai, kolaborasi menjadi kunci untuk menciptakan inovasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kita hadir hari ini untuk menyatukan visi,” katanya di hadapan peserta kuliah umum.
Ia juga menyoroti masih rendahnya rasio jumlah entrepreneur di Indonesia jika dibandingkan dengan negara tetangga yang telah mencapai kisaran 3 hingga 5 persen dari total penduduk. Menurutnya, kemajuan ekonomi sangat bergantung pada keberanian masyarakat untuk berubah dan memanfaatkan peluang.
Perubahan tersebut, kata dia, harus dimulai dari pola pikir. Mahasiswa perlu memiliki mindset kewirausahaan, kemampuan membaca peluang, serta keberanian untuk mencoba.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Bupati Sergai juga membuka ruang kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai dengan UMSU, khususnya dalam pengembangan inovasi dan pemberdayaan UMKM.
“Proposal yang ada di UMSU silakan diberikan kepada kami. Kita coba kolaborasikan dan anggarkan untuk bekerja sama agar ada perubahan, khususnya bagi UMKM,” tegasnya.
Tawaran tersebut disambut positif sebagai peluang strategis bagi dunia akademik untuk berkontribusi langsung terhadap pembangunan daerah melalui riset dan program pemberdayaan masyarakat.
Di penghujung kegiatan, suasana semakin hangat ketika Rektor UMSU menyerahkan plakat penghargaan kepada Bupati Sergai sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam kegiatan akademik. Sementara itu, Dekan FAI UMSU juga memberikan sertifikat penghargaan sebagai tanda terima kasih atas kesediaannya berbagi ilmu dan pengalaman.
Kuliah umum ini tidak hanya menjadi forum berbagi pengetahuan, tetapi juga mempertegas pentingnya jembatan antara dunia akademik dan pemerintahan dalam mendorong lahirnya wirausahawan baru. Dari ruang kuliah itulah, harapan akan tumbuhnya UMKM yang lebih kuat dan berdaya saing kembali diteguhkan.(*)
