SUPREMASI.id ~ Pagi yang hangat di Arau, Perlis, Minggu (3/5), terasa berbeda. Di tengah hamparan sawah padi yang menghijau dan deretan pohon mangga harum manis, rombongan pesepeda bergerak perlahan menyusuri jalan kampung. Di barisan terdepan, tampak Duli Yang Teramat Mulia (DYTM) Tuanku Raja Muda Perlis, Tuanku Syed Faizuddin Putra Ibni Syed Sirajuddin Jamalullail, memimpin langsung kegiatan yang tak sekadar olahraga, tetapi juga sarat makna kemanusiaan.
Kegiatan bersepeda ini menjadi bagian dari rangkaian silaturahmi dan penguatan kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Universiti Malaysia Perlis (UniMap), dan Universitas Muhammadiyah Malaysia. Namun lebih dari itu, momentum ini juga diisi dengan aksi sosial berupa penyaluran bantuan kepada warga kurang mampu di sejumlah kampung yang dilintasi.
Kehadiran UMSU dalam kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Prof. Dr. Akrim, M.Pd., bersama Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Prof. Dr. Agussani, M.AP. Turut serta jajaran pimpinan lainnya, di antaranya Sekretaris PW Muhammadiyah Sumatera Utara Prof. Dr. Muhammad Qorib, M.A., Sekretaris BPH Drs. Mutholib, M.A., Wakil Rektor III Dr. Rudianto, M.Si., para dekan, serta kepala biro. Dari unsur diplomatik, hadir pula Konsul Jenderal RI di Pulau Pinang, Wanton Saragih Sidauruk, beserta staf.
Dengan rute sekitar 10 kilometer, rombongan melintasi perkampungan yang asri. Sesekali mereka berhenti, menyapa warga, dan menyerahkan bantuan sebagai bentuk kepedulian. Interaksi hangat antara rombongan dan masyarakat menciptakan suasana yang akrab, mencerminkan kedekatan lintas negara yang dibangun melalui nilai kemanusiaan.
Dalam sambutannya sebelum kegiatan dimulai, Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim menyampaikan apresiasi atas undangan DYTM Raja Muda Perlis. Ia menegaskan bahwa kehadiran UMSU bukan hanya untuk memperkuat kerja sama akademik, tetapi juga untuk berkontribusi langsung dalam kegiatan pengabdian masyarakat.
“Momentum ini menjadi penguat hubungan yang telah terjalin, tidak hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga dalam nilai-nilai sosial dan kemanusiaan,” ujarnya.
Sebelumnya, pertemuan strategis antara UMSU, UniMap, Universitas Muhammadiyah Malaysia, dan DYTM Raja Muda Perlis telah berlangsung di Istana Arau. Pertemuan tersebut membahas penguatan kolaborasi di bidang akademik yang diharapkan memberikan manfaat luas bagi semua pihak.
Partisipasi UMSU dalam kegiatan ini menjadi penegas posisi kampus tersebut di kancah internasional, khususnya di kawasan ASEAN. Dengan berbagai kerja sama yang telah terjalin, UMSU terus menunjukkan eksistensinya sebagai institusi pendidikan yang diakui, termasuk melalui rekognisi dari Malaysian Qualifications Agency (MQA).
Lebih dari sekadar agenda formal, kegiatan bersepeda dan aksi sosial ini menghadirkan makna yang lebih dalam. UMSU tidak hanya datang sebagai mitra akademik, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat Perlis yang diterima dengan hangat.
Hubungan erat ini sejatinya telah terbangun sejak sebelumnya. Pada September 2025, DYTM Raja Muda Perlis menerima gelar Doktor Honoris Causa dari UMSU di Medan. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi besarnya dalam bidang pendidikan, sosial, dan kepemimpinan, termasuk dukungannya terhadap pendirian Universitas Muhammadiyah Malaysia.
Kini, melalui kayuhan sepeda yang menyusuri desa-desa dan tangan yang terulur memberi bantuan, kerja sama itu menemukan bentuknya yang paling nyata: hadir, menyapa, dan memberi arti bagi masyarakat.(*)
