SUPREMASI.id ~ Suasana hangat penuh kebersamaan terasa berbeda pada Sabtu sore (15/3/2026). Jika biasanya halaman Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FH UMSU) menjadi lokasi berkumpulnya keluarga besar sivitas akademika dalam kegiatan Ramadhan, tahun ini nuansa itu berpindah ke Mr Boeys Cafe di Jalan Bilal, Medan. Perubahan lokasi tidak mengurangi makna, justru menghadirkan suasana yang lebih cair, akrab, dan penuh refleksi.
Ratusan dosen, pimpinan, serta keluarga besar FH UMSU hadir dalam kegiatan sarasehan yang dirangkai dengan buka puasa bersama Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi ruang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen akademik dalam menghadapi tantangan zaman.
Mengusung tema “Strategi Pembelajaran di Era Digital Guna Mewujudkan Insan Kamil”, sarasehan tersebut dipaparkan langsung oleh Dekan FH UMSU, Assoc Prof Dr Faisal SH MHum. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa transformasi digital dalam dunia pendidikan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus direspons dengan kesiapan intelektual dan spiritual.
Menurutnya, untuk melahirkan sosok insan kamil atau manusia paripurna, diperlukan keseimbangan antara kecerdasan akademik, kematangan moral, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Momentum Ramadhan seperti ini menjadi saat yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan sekaligus merefleksikan kembali peran kita sebagai pendidik dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara karakter,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan tersebut. Baginya, kegiatan seperti ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga soliditas keluarga besar FH UMSU.
“Ini merupakan wujud tekad kita untuk terus membangun silaturahmi dengan seluruh keluarga besar sivitas akademika FH UMSU,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor UMSU Prof Dr Agussani MAP, Wakil Rektor I Prof Dr M Arifin Gultom SH MHum, Badan Pembina Harian UMSU Prof Dr Ida Hanifah SH MHum, Wakil Dekan Dr Zainuddin SH MH dan Dr Atikah Rahmi SH MH, serta para dosen dan tenaga kependidikan.
Dalam sambutannya, Rektor UMSU Prof Agussani menilai kegiatan yang digagas FH UMSU tersebut menjadi contoh nyata bagaimana sebuah fakultas mampu menjaga kekompakan internal sekaligus membangun budaya akademik yang sehat.
Ia menegaskan bahwa kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan nonformal seperti ini memiliki dampak besar terhadap penguatan sinergi kelembagaan.
“Kegiatan seperti ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar untuk terus merawat silaturahmi, menjaga kekompakan, dan memperkuat sinergi demi kemajuan UMSU,” ungkapnya.
Menurutnya, Fakultas Hukum UMSU telah menunjukkan bagaimana semangat kebersamaan dapat diterjemahkan menjadi berbagai kegiatan positif yang memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan universitas.
“Fakultas Hukum ini bisa menjadi contoh bagi fakultas lain dalam menjaga soliditas dan membangun kegiatan yang berdampak bagi kemajuan UMSU,” tambahnya.
Menjelang waktu berbuka, suasana semakin khidmat. Para peserta tampak larut dalam kebersamaan, menunggu adzan maghrib sambil berbincang santai, mempererat hubungan yang selama ini terjalin dalam aktivitas akademik sehari-hari.
Setelah adzan maghrib berkumandang, seluruh peserta berbuka puasa bersama, dilanjutkan dengan sholat maghrib berjamaah. Momen tersebut menjadi simbol sederhana tentang pentingnya kebersamaan, tidak hanya dalam ruang kelas dan aktivitas kampus, tetapi juga dalam nilai-nilai spiritual yang menjadi fondasi kehidupan akademik.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah yang berlangsung penuh keakraban. Sebagai bentuk perhatian dan kebersamaan, pimpinan FH UMSU juga menyerahkan bingkisan kepada para undangan yang hadir.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbuka puasa bersama, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nilai kekeluargaan, mempererat komunikasi, serta meneguhkan komitmen FH UMSU dalam menciptakan lingkungan akademik yang adaptif terhadap perkembangan digital tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Di tengah arus perubahan zaman yang semakin cepat, FH UMSU tampaknya ingin menegaskan satu hal: bahwa kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan pembangunan karakter. Dari kebersamaan sederhana di bulan Ramadhan inilah, semangat itu kembali dirajut.(*)
